Candi
brahu
A. Sejarah
berdirinya candi brahu
Candi
brahu terletak di desa jambe mente desa bejijong kecamatan Trowulan kabupaten
Mojokerto. Candi ini merupakan salah
satu dari sekian banyak bukti sejarah adanya kerajaan besar yang pernah ada di
Indonesia yaitu kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit sendiri mempunyai
wilayah kekuasaan yang sangat luas yang meliputi hampir seluruh Nusantara
sekarang dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Nama brahu yang disematkan dalam bangunan
tersebut berasal dari sebuah prasasti yang ditemukan oleh sejarawan pada tahun
861 S yaitu prasasti Alasantan. Prasasti itu dibuat pada masa Mpu Sindok
sebagai raja sekaligus pendiri dari dinasti wangsa Isyana yang telah
memindahkan pusat kerajaan Mataram kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Dari
isi prasasti tersebut terdapat kata “Wanaru” atau “Warahu” yaitu nama sebuah
bangunan suci sebagai tempt keagamaan. Berdasarkan angka tahun yang terdapat
dalam prasasti Alasantan tersebut dapat dipastikan bahwa candi brahu memiliki
usia yang jauh lebih tua dibandingkan dengan usia dari kerajaan Majapahit itu
sendiri. Selain itu nama brahu juga dipercaya oleh masyarakat setempat berasal
dari kata “rabu” atau “prabuhan” yang berarti tempat penyimpanan abu jenazah.
![]()
Candi
Brahu merupakan candi yang bergaya budha. hal tersebut dapat kita ketahui dari
ujung bangunan candi yang berbentuk tambun sebagai ciri khas bentuk candi
budha. eksitensi candi brahu sebagai tempat beribadatan bagi umat yang beragama
hindu budha masih terjaga sampai sekarang. candi ini digunakan untuk
peribadatan dan perayaan dalam uapacara ritual hari-hari besar umat agama
hindu budha. dalam pelaksanaanya tersebut dilakukan didepan bangunan candi atau
altar.
Pemugaran
pertama pada candi brahu dilakukan oleh Belanda. Hal tersebut dikarenakan perhatian
mereka yang besar pada situs situs
purbakala. Jika kita melihat struktur batu bata candi tersebut maka akan
terlihat perbedaan yaitu jika kita melihat batu bata yang tersusun rapi maka
itu merupakan bagian yang dilakukan pemugaran. Sedangkan bagian candi yang tidak dilakukan pemugaran maka batu
batanya kan terlihat tidak utuh.
Sturtur
bangunan candi Brahu dibagi menjadi tiga yaitu:
1.
Kaki candi
Kaki candi terdiri atas bingkai bawah, tubuh candi serta bingkai atas. Bingkai tersebut terdiri dari pelipit rata, sisi genta dan setengah lingkaran. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh sejarawan ditemukan kaki candi yang posisinya terpisah dari badan candi. Ukuran kaki candi tersebut 17,5 × 17 m. Sedangkan jika kita mengunjungi candi brahu sekarang kaki candi yang kita lihat adalah hasil dari pemugaran. Kaki Candi brahu tediri dari dua tingkat dengan selasarnya serta tangga disisi barat.
2.
Tubuh candi
Bentuk
tubuh candi brahu tidak utuh persegi ha
tersebut dikarenakan terdapat sudut-sudut yang banyak, tumpul dan berlekuk.
pada tubuh candi terdapat lekukan yang menjorok ke dalam seperti membentuk
pinggang. Lekukan tersebut dapat kita lihat pada bagian barat atau pada sisi
depan candi. Candi brahu disusun dari
batu bata yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok. Sebagian besar struktur batu bata tubuh candi merupakan hasil pemugaran.
Candi-candi yang terdapat di Trowulan sebagian besar menggunakan batu bata
merah, hal itu berkaitan dengan unsur religi atau kepercayaan.
3.
Atap candi
Atap
candi Brahu berukuran ± 6 m. Atap candi tidak berbentuk prisma bersusun ataupun
segi empat, melainkan berbentuk datar pada puncaknya dengan terdapat banyak
sudut pada bagian atapnya. Sebelah tenggara sudut candi terdapat hiasan
lingkungan yang diduga sebagai bentuk stupa.
Candi brahu memiliki tinggi 27 m.
Didalamnya terdapat bilik yang berukuran 4×4 m. Pada saat dilakukan pembongkaran
sturuktur batu bilik ditemukan arang-arang yang kemudian dianalisia di Pusat
Penelitian Tenaga Atom Nasional (BATAN) di Yogykarta. Hasil dari analisa
tersebut menunjukkan bahwa hasil pertanggalan radio karbon pada arang tersebut berasal antara tahun 1410 hingga
1646 M. Kondidi lantai candi Brahu
telah rusak, pada kompleks candi terdapat altar yang berbentuk Mahameru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar