Selasa, 18 Agustus 2020

Candi Mjapahit

 

Candi brahu

A.    Sejarah berdirinya candi brahu

Candi brahu terletak di desa jambe mente desa bejijong kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto.  Candi ini merupakan salah satu dari sekian banyak bukti sejarah adanya kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia yaitu kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit sendiri mempunyai wilayah kekuasaan yang sangat luas yang meliputi hampir seluruh Nusantara sekarang dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara.  Nama brahu yang disematkan dalam bangunan tersebut berasal dari sebuah prasasti yang ditemukan oleh sejarawan pada tahun 861 S yaitu prasasti Alasantan. Prasasti itu dibuat pada masa Mpu Sindok sebagai raja sekaligus pendiri dari dinasti wangsa Isyana yang telah memindahkan pusat kerajaan Mataram kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Dari isi prasasti tersebut terdapat kata “Wanaru” atau “Warahu” yaitu nama sebuah bangunan suci sebagai tempt keagamaan. Berdasarkan angka tahun yang terdapat dalam prasasti Alasantan tersebut dapat dipastikan bahwa candi brahu memiliki usia yang jauh lebih tua dibandingkan dengan usia dari kerajaan Majapahit itu sendiri. Selain itu nama brahu juga dipercaya oleh masyarakat setempat berasal dari kata “rabu” atau “prabuhan” yang berarti tempat penyimpanan abu jenazah.

Candi Brahu (Jawa Timur) - Kepustakaan Candi

Candi Brahu merupakan candi yang bergaya budha. hal tersebut dapat kita ketahui dari ujung bangunan candi yang berbentuk tambun sebagai ciri khas bentuk candi budha. eksitensi candi brahu sebagai tempat beribadatan bagi umat yang beragama hindu budha masih terjaga sampai sekarang. candi ini digunakan untuk peribadatan dan  perayaan dalam  uapacara ritual hari-hari besar umat agama hindu budha. dalam pelaksanaanya tersebut dilakukan didepan bangunan candi atau altar.

Pemugaran pertama pada candi brahu dilakukan oleh Belanda. Hal tersebut dikarenakan perhatian mereka  yang besar pada situs situs purbakala. Jika kita melihat struktur batu bata candi tersebut maka akan terlihat perbedaan yaitu jika kita melihat batu bata yang tersusun rapi maka itu merupakan bagian yang dilakukan pemugaran. Sedangkan bagian candi  yang tidak dilakukan pemugaran maka batu batanya kan terlihat tidak utuh.

Sturtur bangunan candi Brahu dibagi menjadi tiga yaitu:

1.      Kaki candi

Kaki candi terdiri atas bingkai bawah, tubuh candi serta bingkai atas. Bingkai tersebut terdiri dari pelipit rata, sisi genta dan setengah lingkaran. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh sejarawan ditemukan kaki candi yang posisinya terpisah dari badan candi. Ukuran kaki candi tersebut 17,5 × 17 m. Sedangkan jika kita mengunjungi candi brahu sekarang kaki candi yang kita lihat adalah hasil dari pemugaran. Kaki Candi brahu tediri dari dua tingkat dengan selasarnya serta tangga disisi barat.

2.      Tubuh candi

Bentuk tubuh candi brahu  tidak utuh persegi ha tersebut dikarenakan terdapat sudut-sudut yang banyak, tumpul dan berlekuk. pada tubuh candi terdapat lekukan yang menjorok ke dalam seperti membentuk pinggang. Lekukan tersebut dapat kita lihat pada bagian barat atau pada sisi depan candi.  Candi brahu disusun dari batu bata yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok.  Sebagian besar struktur batu bata  tubuh candi merupakan hasil pemugaran. Candi-candi yang terdapat di Trowulan sebagian besar menggunakan batu bata merah, hal itu berkaitan dengan unsur religi atau kepercayaan.

3.      Atap candi

Atap candi Brahu berukuran ± 6 m. Atap candi tidak berbentuk prisma bersusun ataupun segi empat, melainkan berbentuk datar pada puncaknya dengan terdapat banyak sudut pada bagian atapnya. Sebelah tenggara sudut candi terdapat hiasan lingkungan yang diduga sebagai bentuk stupa.

            Candi brahu memiliki tinggi 27 m. Didalamnya terdapat bilik yang berukuran 4×4 m. Pada saat dilakukan pembongkaran sturuktur batu bilik ditemukan arang-arang yang kemudian dianalisia di Pusat Penelitian Tenaga Atom Nasional (BATAN) di Yogykarta. Hasil dari analisa tersebut menunjukkan bahwa hasil pertanggalan radio karbon pada arang  tersebut berasal antara tahun 1410 hingga 1646 M.  Kondidi lantai  candi Brahu  telah rusak, pada kompleks candi terdapat altar yang berbentuk Mahameru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar