Selasa, 18 Agustus 2020

Hubungan Indonesia dan India

 

Hubungan perdagangan indonesia dengan india

Kepulauan indonesia terletak antara 5 o 54’ lintang utara dan 11o lintang selatan, serta 95o 01’ bujur timur dan 141o 02’ bujur timur, letak indonesia yang di garis khatulistiwa menyebabkan indonesia memilikli dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, adanya dua musim dalam gejala tetap dalam iklimindonesia berpengaruh pada berbagai aspek    dalam kehidupan penduduk kepulauan indonesia, misalnya pada pola pertanian, pelayaran dan aspek-aspek lain yang dipengaruhi oleh iklim, angin musim jelas berpengaruh pada pola pelayaran dan pada gilirannya itu berpenagruh pada pelayaran perdaganagn dari dan ke indonesia,

Nusantar merupakan sebuah wilayah yang terdiri dari daratan yang terbagi kedalam pulau-pulau baik itu pulau besar maupaun yang kecil dan dikelilingi oleh lautan yang luas yang menghubungkan pulau yang satu dengan pulau yang lainnya. Nusantara yang sekarang ini kita lebih mengenalnya dengan sebutan Indonesia dahulu merupakan sebuah wilayah  yang terdiri dari beberapa kerajaan yang mana dalam prosesnya kerajaan-kerajaan tersebut saling  tumbuh dan hancur karena pertikaian politik diantara kerajaan tersebut. Dengan jumlah pulau-pulau yang mencapai lebih dari seribu pulau, maka dahulu masayarakat setempat dalam perekonomiannya bergantng pada transportasi air untuk saling bertukar kooditi yang di perdagangkan. Dalam hal ini masyarakat nusantara sudah melakukan kerjasama dalam hal bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan agama dengan para pedagang yang singgah dan menjajakan dagangannya di nusantara ini.  diantara bangsa-bangsa tersebut adalah cina dan india yang mana diantara kedua negara tersebut memiliki hubungan yang erat dengan kerajaan-kerajaan pada zamannnya.

 Hubungan India dengan Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia ...

Letak indonesia yang diantara daratan asia dan benua australia menjadikan indonesia sebagai jalur perdaganagn antara dua pusat perdagangan jaman kuna yaitu india dan cina. Hal tersebut tentu menjadi suatu keuntungan yang dimiliki oleh indonesia dimana para pedagang yang hendak menjajakan barang dagangannya dari india ke cina maupun sebaliknya akan singgah ke kepulauan indonesia untuk singgah dan kemudian melanjutkan perjalanannya kemudian. Dalam perkembangan selanjutnya hubungan perdagangan yang terjalin antara indonesia dengan india semakin intensif terjadi, dimana sebelumnya indonesia hanya dijakdikan sebagai tempat persinggahan para pedagang dari india hanya untuk sekedar menetap dan berdagang sambil menunggu angin musim yang hendak membawanya ke arah tujuan.

            Menurut J.C Van leur dan O.W. Wolters berpendapat bahwa hubungan dagang antara india dan indonesia lebih dahulu berkembang dari pada hubungan dagang antara indonesia dan Cina. Sedangkan para ahli berpendapat bahwa hubungan dagamg antara india dan kepulauan  indonesia telah lama terjadi sebelum hal tersebut disinggung dalam catatan sejarah. Hubungan tersebut pada awalnya sangat jarang terjadi tetapi dalam perkembangannnya semakin meningkat karena faktor-faktor yang mendorong bertambah ramainya hubungan dagang tersebut serta sudah diketahuinya angin musim yang baik untuk berlayar menyeberangi samudera india ke Timur dan juga sebaliknya. Dalam Penelitian sejarah dan etnografi dapat kita ketahuai bahwa penduduk Asia Tenggara, khususnya penduduk kepulauan Indoonesia, adalah pelaut-pelaut yang mampu melayari samudera lepas. Penyebaran perahu bercadik yang meliputi Polinesia sampai ke Hawaii di Timur, dan Madagaskar di barat menunjukkan penyebaran pada budaya yang sesuia dengan hasil penelitian bahasan Kern pada tahun 1886.

            Dengan hasil penelitia yang dilakukana oleh  Kern maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bukanlah suatu yang mustahil bagi masyarakat kepulauan indonesia untuk berlayar ke teluk Benggala, dan mungkin juga sampai ke India Selatan. Meskipun demikian para sejarawan masih kesulitan dalam mengetahuai keadaaan awal hubungan indonesia dengan india dikarenakan terbatasnya sumber-sumber yang memberikan keterangan yang jelas. Sumber-sumber tertulis yang berasal dari indonesia tidak ditemukan karena justru tulisan yang berasala dari indonesia adalah berasala dari tulisan di india. Hal tersebut di persulit lagi karena tidak adanya kebiasaan dari masyarakat india untuk membuat catatan-cataatn resmi mengenai kejadian-kejadian penting dalam suatu kurun waktu tertentu. Sumber dari india yang dapat digunakan adalah sumber sastra. Salah satu karya sastra yang digunakan untuk mendapat fakta-fakta sejarah mengenai hubungan antar indonesia dan india adalah kitab jataka yaitu itab yang memuat kisah-kisah tentang kehidupan sang buddha ini menyebut suvarnabhumi sebagai suatu negeri yang memerlukan perjalanan yang penuh bahaya untuk mencapainya.

            Dalam kitab ramayana yang didalamnya menyebut nama yawadwipa yang dihias oleh tujuh kerajaan. Pulau ini adalah pulau emas dan perak. Disamping itu dalam kitab ini juga menyebutkan nama suwarnadwipa sebuah namay yang digunakan untuk menyebut pulau Sumatera yang berarti pulau emas. Adanya nama yawadwipa dan suwarnadwipa dalam kitab-kitab tersebut menyebabakan beberapa ahli bertumpu pada kitab-kitab tersebut guna mengungkap masa awal kedatangan pengaruh india di indonesia. Dalam usaha untuk mengetahui awal hubungan india dengan daerah-daerah di sebelah timurnya, para peneliti telah pula mengkaji sumber-sumber barat jaman kuna. Sebuah kitab yang banyak dikaji sebagai sumber adalah kitab periplous tes Erythras thalasses. Periplous adalah sebuah kitab pedoman untuk berlayar di lautan erytharasa, yaitu samudera India. Kitab ini ditulis oleh seorang nahkoda yunani-mesir yang biasa mengadakan pelayaran antara asia barat dan india. Di perkirakan bahwa kitab ini ditulis pada awal tarikh masehi.

            Sumber-sumber yang telah disebutkan diatas baik sumber yang berasal dari india maupun yang berasal dari sumber barat, belum dapat mengungkapkan awal hubungan antara india dengan indonesia sepenuhnya. Tetapi agaknya dapat kita mengambil kesimpulan bahwa di sekitar abad II M, hubungan tersebut relatif lebih intensif. Kepulauan indonesia yang membentang disebelah timur India sebagai kelanjutan dari daratan Asia. Sejak zaman prasejarah di kesatuan wilayah Asia Tenggara telah terdapat lalulintas pertukaran barang. Hubungan ini merupakan salah satu benang merah pemersatu wilayah asia tenggara. Perdaganag antara indonesia dengan india bertumpi pada pola-pola perdagangan regional yang telah lama berkembang. Bukti-bukti arkeologis menunjukkan bahwa pada abad ke V M, baik di daratan Asia Tenggara maupun di Semenanjung Tanah Melayu dan indonesia bagian barat telah terdapat pusat-pusat kekuasaan politik dengan taraf pengindian yang sama.

            Perdaganagn Asia tenggara dengan india adalah bagian dari perdagangan internasional india yang terbentang hingga asia barat. Menurut Van leur barang-barang yang diperdagangkan dalam pasaran internasional adalah barang-barang yang bernilai tinggi seperti logam mulia, perhiasan, berbagai jenis tenunan, barang-barang pecah belah, disamping bahan-bahan baku yang digunakan untuk kerajinan. Selain itu juga terdapat bahan-bahan ramuan untuk wangi-wangian dan obat. Menurut pendapat dari coedes alasan mengapa india menaruh m,unat dengan perdagangan di asia tenggara adalah pada awal tarikh masehi, india kehilanagan sumber emas yang utama yang berada di siberia dengan perantara kafilah-kafilah siberia melalui baktria. Dalam perkembangannya gerakan-gerakan berbagai bangsa penduduk asia tenggara telah memutuskan jalan-jalan kafilah dari utara tersebut. Sebagai gantinya india mengimpor mata uang emas yang berasal dari kerajaan romawi. Usaha ini kemudian di hentikan atas perintak kaisar Vespasianus (69-79 M). Keadaan inilah yang telah mendorong pedagang india untuk mencari emas di daerah lain sebagaimana telah di sebutkan diatas yaitu mereka menyebut swarnadwipa dan yawadwipa sebagai pulau emas. Sebuah naskah kuna india menyebutkan bahwa kayu gaharu dan kayu cendana berasal dari negeri asing, yang kemungkinan besar negeri tersebut adalah wilayah asia tenggara. Yang jelas ialah bahwa kayu gaharu indonesia tidak pernah menjadi bahan ekspor yang terkenal, yang lebih terkenal dalam perdagangan internasional adalah kayu cendana yag berasal dari indonesia timur. Kayu cendana terseibut dikumpulkan oleh para pedagang indonesia di pusat-pusat perdagangan dengan india di indonesia bagian barat dan kemudian diperdagangkan di india. Cengekh  merupakan komoditi yang banyak dicari oleh para pedagang india, sedangkan lada pada masa awal hubungan india dengan indonesia tidak begitu laku dipasaran india karena masyarakat india sendiri merupakan petani lada yang ulung.

            Dalam kitab-kitab tentang pengobatan kapur barus yang merupakan salah satu komoditi barang daganagn yang berharga dari daerah ini belum menduduki tempat yang penting dalam perdagangan. Awal peningkatan hubungan dagang antara indonesia dan india yang tidak dapat dinyatakan dalam angka tahun yang pasti.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar